About me:
SEKELUMIT KISAH TENTANG FOOD NOT BOMBS BANDUNG
..
Food Not Bombs (FNB) chapter Bandung adalah satu dari afiliasi gerakan otonomus FNB di seluruh dunia yang menyediakan dan mendistribusikan makanan gratis untuk orang-orang yang membutuhkannya. Kami tidak hanya mendistribusikan makanan khusus bagi orang miskin dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan, tapi untuk semua orang, termasuk voluntir dan orang-orang yang ada di sekitar area yang menjadi lokasi serving kami.
..
FNB Bandung adalah chapter kedua yang kami bentuk, setelah chapter pertama telah gagal menemukan bentuknya untuk bertahan karena tidak didukung oleh orang-orang yang cukup solid untuk mampu menyumbangkan sebagian waktu, tenaga dan pikiran yang dibutuhkan agar sebuah kolektif dapat berjalan dengan baik.
..
Sedikit mengulas mengenai chapter pertama, FNB Bandung mulai beraktifitas memberikan layanan publik dalam hal pembagian makanan gratis sekitar tahun 2004. Pada awalnya, kegiatan tabling FNB ini mendapat respon yang sangat positif di kalangan teman-teman dari komunitas lain. Termasuk juga komunitas subkultur hardcore punk yang ada di Bandung, karena lingkar-lingkar literasi dalam bentuk zine dan majalah komunitas mereka yang berasal dari luar negeri cukup banyak memberikan informasi tentang gerakan ini. Yang terjadi kemudian adalah tabling FNB Bandung diasosiasikan menjadi sebuah even pendistribusian makanan gratis di acara-acara musik yang diadakan oleh komunitas subkultur hardcore punk. FNB punya banyak sekali voluntir yang siap membantu saat serving-yang jumlahnya menyusut setengahnya saat ada salah satu grup musik populer yang sedang tampil-dan bersisa cuma segelintir yang bertahan sampai akhir serving.
..
Salah satu hal yang menyebabkan kegagalan pada FNB chapter pertama adalah kurangnya distribusi dan pemahaman wacana soal FNB, terutama di kalangan voluntir. Meski nyaris di setiap even pendistribusian makanan gratis kami selalu membagikan flyer soal FNB, tapi masih banyak di kalangan voluntir sendiri yang bahkan belum memahami apa itu FNB. Terbukti dengan banyaknya voluntir yang datang hanya sekedar membantu persiapan dan pendistribusian makanan saja, tanpa mengerti kenapa kita mesti mendistribusikan makanan secara gratis dan bahkan kadang merasa tidak perlu terlibat sampai akhir serving, atau ‘melarikan diri’ dari bagian yang dianggap paling merepotkan dalam setiap serving: bersih-bersih.
..
Hal ini terus berlangsung di setiap tabling yang juga tidak memiliki jadwal rutin. Meeting yang diharapkan dapat membangun sebuah kolektif FNB yang solid juga hanya ramai pada pertemuan-pertemuan pertama. Sampai akhirnya sisa voluntir yang masih bertahan pun menyerah, dan kegiatan FNB Bandung dibekukan begitu saja.
..
Pada awalnya kelangsungan FNB Bandung berjalan atas donasi yang didapat pada saat melakukan serving. Sampai akhirnya suatu hari kami mendapat akses donasi sayuran gratis dari sebuah perusahaan pemasok sayuran untuk supermarket. Gudang sayuran yang berlokasi di daerah Lembang ini, menampung sayuran segar langsung dari petani, yang kemudian mereka seleksi dan kemas dalam bungkus-bungkus plastik untuk dikirim setiap harinya ke supermarket-supermarket besar di wilayah Bandung hingga Jakarta. Supermarket sendiri memiliki divisi quality control yang bertugas untuk menentukan sayuran mana yang layak jual. Sayuran yang tidak lolos seleksi di supermarket lalu dikembalikan lagi pada saat pengantaran suplai sayuran baru, hingga setiap harinya gudang sayur tersebut menerima berkarung-karung sayuran yang berstatus barang ‘return’. Sebagian dari sayuran tersebut biasanya diambil oleh penduduk yang bermukim di sekitar gudang sayur untuk diolah menjadi makanan yang bisa mereka jual kembali, sebagian mengambilnya untuk dijadikan makanan ternak. Sisa sayuran lain yang masih menumpuk akhirnya dibuang begitu saja karena gudang pemasok sayuran ini tidak memiliki waktu lebih untuk memikirkan masalah baru mereka: apa yang harus dilakukan terhadap ‘sampah-sampah’ sayuran tersebut. Beruntung, FNB Bandung berhasil mendapatkan akses untuk berkenalan dengan pemilik gudang suplier sayur tersebut. Mereka langsung sepakat untuk memberikan donasi sayuran yang tidak lolos seleksi divisi quality control supermarket klien mereka kepada FNB Bandung. Jenis sayuran yang mereka beri cukup bervariatif, dengan kualitas yang masih sangat layak dikonsumsi. Akses donasi sayuran dari chapter FNB pertama inilah yang akhirnya kami manfaatkan lagi saat muncul ide untuk mengaktifkan kembali kolektif ini.
..
Selain akses sayuran yang bisa didapatkan kapan saja FNB Bandung butuhkan, beberapa voluntir juga aktif membangun jaringan hingga akhirnya kami berhasil mendapatkan donasi uang dari beberapa teman yang jumlahnya cukup besar. Sebagian donasi ini sempat digunakan untuk membantu kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh teman-teman, salah satunya untuk mendanai sebuah CD album kompilasi grup-grup musik lokal yang bertujuan menggalang dana untuk mendirikan Crisis Center di Bandung. Donasi uang ini sempat membeku lama sampai akhirnya FNB Bandung chapter kedua mulai aktif kembali dan secara rutin melakukan serving setiap minggunya.
..
Chapter kedua FNB telah memulai tabling perdananya pada 1 Oktober 2006, dengan memilih lokasi taman Cikapayang Dago sebagai tempat serving. Taman yang berlokasi di dekat jembatan layang ini kami pilih karena merupakan ruang publik yang cukup nyaman dan terbuka. Dan yang terpenting adalah, ada cukup banyak pengemis dan anak-anak jalanan yang berdiam di sekitar lokasi tersebut. Empat kali tabling pertama dilakukan selama bulan puasa, diikuti dengan aksi distribusi pakaian bekas yang didapat melalui donasi yang dikumpulkan oleh para voluntir. Pada bulan selanjutnya kami mulai mengadakan serving rutin di taman yang sama setiap hari minggu mulai pukul lima sore.
..
FNB Bandung chapter kedua ini terbentuk atas inisiatif beberapa voluntir yang sebenarnya sudah terlibat aktif dalam chapter sebelumnya. Kami sadar bahwa telah terjadi kegagalan dalam pengorganisiran kolektif yang telah berusaha kami bangun di awal terbentuknya chapter pertama. FNB tidak hanya sekedar membagi-bagi makanan gratis, tetapi juga ada prinsip-prinsip dasar FNB yang bisa dikembangkan dalam politik hidup harian di mana masih terdapat banyak sekali kemiskinan dan kelaparan, tanpa harus terjebak dalam sebuah konsep amal.
..
Kami menolak konsep amal yang biasa melekat dalam setiap aktivitas pendistribusian makanan gratis, karena pola pikir amal telah gagal menemukan inti masalah penyebab kelaparan dan kemiskinan. FNB juga hadir untuk memprotes sistem yang telah gagal memberikan kebutuhan dasar bagi orang-orang. Di saat seharusnya bisa ada cukup uang untuk membuka akses-akses pangan bagi semua orang, negara justru lebih banyak membelanjakan uang nya untuk pembelian persenjataan militer. Tetapi berbagai argumen akan dilontarkan tentang betapa pentingnya semua aliran anggaran negara demi pembelian peralatan militer tersebut, yang kemudian menjadi sangat jelas bagi kami bahwa kita tidak bisa mengharapkan pemerintah membantu kita dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup kita seperti masalah pangan-maka kita sendirilah yang harus saling membantu.
..
FNB sendiri memiliki beberapa prinsip, yaitu pengambilan keputusan lewat konsensus, anti-kekerasan, otonomus, egalitarian dan vegetarianisme. Satu hal yang cukup sulit adalah saat kami ingin mengadopsi prinsip-prinsip dasar yang cenderung anarkistik ini dalam sebuah gerakan di Indonesia karena terbentur watak dan mental masyarakat kita yang terbiasa dengan struktur kekuasaan yang patriarkis, hirarkis dan bersifat “menunggu perintah dari atas”. Namun sejalan dengan keberlangsungan serving yang berkala setiap minggunya, masing-masing voluntir dengan cepat dapat belajar untuk mengambil peran masing-masing tanpa perlu ada seseorang untuk memberikan perintah. Kami menyadari bahwa prinsip konsensus sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah grup yang solid, agar setiap individu dapat berpartisipasi dalam setiap pengambilan keputusan, dan masing-masing individu tidak merasa mendapatkan tekanan.
..
Pada dasarnya, FNB Bandung mendistribusikan makanan vegetarian berupa jenis-jenis sayuran yang diolah tanpa menggunakan produk binatang, yang disajikan dengan nasi dan tambahan buah-buahan sesuai dengan donasi yang diperoleh. Namun, dalam beberapa kali serving kami juga pernah menyajikan makanan olahan dari produk daging sebagai tambahan, yang juga didapatkan dari donasi. Mungkin hal ini cukup bertentangan dengan prinsip FNB, tapi kami percaya bahwa pendistribusian makanan jauh lebih penting, karena kami juga selalu membuka diri untuk semua donasi yang diberikan, termasuk makanan yang sudah diolah.
..
Meski sebagian dari voluntir kami adalah vegetarian, kami juga tidak memaksakan bahwa semua orang harus menjadi vegetarian dan membuat sebuah prasangka bahwa makan daging adalah hal yang salah. Namun kami tetap mendukung prinsip-prinsip vegetarianisme untuk alasan politik dan ekonomi. Terlepas dari itu, semua makanan yang kami olah sendiri tetap bebas dari bahan daging.
..
FNB tidak mengambil keuntungan dari semua aktivitasnya. Voluntir yang terlibat tidak pernah dibayar. Namun ada pos-pos pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap minggunya untuk proses pengolahan makanan, terutama bahan-bahan tidak kami dapat dari donasi seperti bumbu-bumbuan, minyak goreng, hingga air minum.
..
Saat ini kami sedang berupaya mendapatkan donasi tambahan yang dibutuhkan untuk kelangsungan kolektif ini. Beberapa alternatif untuk menggalang donasi baru sudah didapatkan, antara lain memproduksi merchandise berupa kaos dan pin FNB yang dijual sebagai proyek penggalangan dana. Kami juga memiliki rencana untuk mengadakan acara musik akustik keliling yang akan dibantu oleh beberapa grup musik lokal yang sudah sedari awal mendukung kami.
..
Untuk saat ini, semua kegiatan pertemuan, pertemanan dan perencanaan yang menyangkut kegiatan FNB masih dipusatkan setiap hari minggu, selama proses pengolahan makanan, serving dan akhir kegiatan tabling. Sejauh ini, untuk menjaga konsistensi, aktivitas distribusi makanan selalu diadakan di taman Cikapayang.
..
FNB Bandung selalu membutuhkan orang-orang baru yang dapat membantu komunitas ini dalam peluasan komunitas lewat kampanye dan promosi; pembuatan poster dan flyer; mengambil sayur-sayuran; memasak; serving; mengorganisir kegiatan; dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan. Kalau kamu tertarik untuk menjadi bagian dari gerakan ini, atau sekedar mencari informasi mengenai FNB Bandung, hubungi kami.
..
Kamu dapat menghubungi FNB Bandung dengan berbagai cara:
- datang langsung ke lokasi serving kami di Taman Cikapayang Dago, Bandung setiap hari Minggu mulai pukul pukul sore
..
- kirim email ke fnb.bdg@gmail.com
..
- bergabung ke dalam mailing list FNB Bandung di http://groups.yahoo.com/group/fnbbdg/ untuk mendapatkan berita-berita dan laporan serving.
Who I'd like to meet:
siapapun
Comments
Jul 6 2009 2:31 PM
Jul 5 2009 1:04 PM
Salam hangat dari Jakarta.
Keep up the good work !!!!
STAY ACTIVE
Jul 5 2009 9:19 AM
Check out my page
http://www.doulike.us/photos/7135095.html?b=4&w=46
Let me know if you like me YES or NO
http://www.doulike.us/photos/7135095.html?b=4&w=46
Jun 23 2009 4:33 PM
Jun 23 2009 1:16 PM
Jun 17 2009 5:33 AM
cheers
Jun 16 2009 1:14 PM
Jun 8 2009 5:42 PM
Check out the crazy Global Meltdown Derby video
http://www.youtube.com/watch?v=WLcOc8Kqdq0
Jun 3 2009 6:45 AM
WE ARE GOING ON TOUR:
SOUTHEAST ASIA.
(25 or 26 pre tour show at TWICE BAR in KUTA. BALI)
29 Jun 2009 Malang
1 Jul 2009 Semarang
2 Jul 2009 Jogjakarta
4 Jul 2009 Bandung
5 Jul 2009 Jakarta
7 Jul 2009 Lampung Province, Sumatra
10 Jul 2009 Taiping
11 Jul 2009 Kuala Lumpur
12 Jul 2009 Singapore
17 Jul 2009 Bangkok
LOOK OUT FOR CONFIRMATIONS IN THE COMING WEEKS
May 24 2009 10:33 AM
salam perkenalan buat kalian semua...
May 22 2009 7:09 AM
greeting from surabaya.....
Apa kabar disana...?
regards
_rian_
Apr 29 2009 5:48 PM
Apr 27 2009 4:32 PM
Mar 24 2009 5:14 PM
Mar 21 2009 1:06 AM
Mar 17 2009 5:31 AM
Mar 11 2009 10:57 AM
BEST REGARDS.
R-BREAK
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Mild Peril Issue 13 out
Interviews with Duncan Redmonds (SNUFF/BILLY/GUNS N WANKERS/TOY DOLLS) Classics Of Love (JESSE MICHAELS - OP IVY/COMMON RIDER) The Apers, The Real McKenzies, NERVOUS BREAKDOWN (ina), I.C.H.and Rude Boy Studios.
Also; gardeners corner, our usual rants, reviews, columns, recipes, comic strip, gig calender, the daily yarn, the art of oliver john ward and much more.
Dedicated to Lux Interior (The Cramps) - RIP.
Just send a well concealed pound coin with a A5 S.A.E. to;
Mild Peril Zine,
25 Swansea Road,
Norwich,
Norfolk,
NR2 3HU
Or paypal £2 to peteoffence@hotmail.com
You can also get it from the following mighty fine shops - Soundclash,
(Norwich) All Ages Records (Camden) and Punker Bunker (Brighton) Drift Skate Shop (Norwich)
INTERNATIONAL ORDERS MESSAGE ME!
myspace. com/mildperilzine
Mar 2 2009 4:57 AM
Mar 2 2009 4:57 AM
Mar 2 2009 4:57 AM
Feb 7 2009 12:38 AM
Jan 31 2009 12:54 AM
posting foto2 baru donk
Jan 12 2009 8:51 AM
saya kerja euy.
kabarin saya aja ya gmana rencana kedepannya masalah beras.
:P
Dec 26 2008 11:53 AM
apa kabarnya bandung??
Dec 21 2008 1:57 PM