MANIK
VOCALS Bandung, 8 Desember
Influence Bermusik : The Cardigans, The
Sundays,Cocteau Twins, Blue Boy, Norah
jones. Musisi Favorite : Louis Armstrong, Nina
Persson, Harriet Wheeler, Elizabeth Fraser,
Alexandra J. Wuisan, David Naif, Sarah Mc Lahn,
Norah Jones.
UTI
GUITAR Bandung,28 September
Influence Bermusik : Blue Boy, Black Sabbath,
Helmet, Sonic Youth, Slow Dive, Cocteau Twins,
Pink Floyd, Beatles Musisi Favorite : Peter
Svensson, Syd Barret, Liz Fraser, Neil Halsteid,
John Lennon, George Harrison
BOYAN
DRUMS Bandung,11 Desember
Influence Bermusik : Stone Roses, The Smiths,
Cardigans, Ivy, Catatonia, Club 8, Beatles,
Carpenter Musisi Favorite : Mike Portnoy, Bengt
Lagerberg, Ringgo Starr,
Morrisey.
Wardrobe La Luna by:
Influences
The Cardigans, The Sundays, Stone Roses, The Smith, Cherry Bombshell, Pure Saturday, Cocteau Twins, Cinnamon, Blueboy, Ivy, Club 8, The Beatles.
La Luna band also shares a similar fascination with easy-listening retro pop. The sound is a bit jazzier and the band often takes their cute love songs to a sadder place, exploring themes of long-distance longing and bittersweet breakups. The band started out with a male vocalist singing in English when it formed in 1999 but shortly thereafter the members felt their sound and style needed a feminine touch. Enter lead singer Manik, who helped transform the band and take their sound to a wider audience. Better distribution on a major label was the next step for this band making music under "the moon," as their name suggests, and in the studios of some of the best producers in Jakarta.
HISTORY
Semua berawal dari iseng akan kejenuhan bandnya sendiri di pertengahan album 1999. Ketika itu Boyan (drums,dulu Nasi putih1/2) dan Uti (gitar,dulu OOS), dua orang mahasiswa Arsitektur ITENAS Bandung membuat band iseng yang bawain lagu-lagu sendiri dengan konsep musik berbeda ama band mereka (yang pada waktu itu lagi vakum). Ter-influence oleh Cinnamon dan Blueboy, jadilah beberapa lagu yang so sweet dan easy listening. Ulah kedua orang ini rupanya menarik minat seorang Erwin (Nasi putih ½ juga) untuk ambil bagian isi instrument bass,yang kamarnya dipakai untuk bikin demo kecil-kecilan mereka . Tanpa bermaksud untuk bikin band serius,lagu-lagu dibuat berbahasa Inggris dan masih gak jelas bakal dinyanyiin siapa. Setelah diisi sementara oleh Erwin, barulah menyadari lagu-lagunya lebih pas dinyanyiin sama vokalis cewek.
Di tengah kebingungan, Boyan pun teringat pada rekannya di masa sekolah dulu yaitu Manik, hingga jatuhlah pilihan pada Manik (dulu Macadamia). Cewek ini adik kelas Boyan semasa SMA di SMA 1 Bandung.Keyakinan untuk mengajak Manik pun makin mantap setelah ketiganya mendengarkan suara Manik dialbum ke-2 Pure Saturday. Pada tanggal 2 Januari 2000 mereka memberikan demo yang telah dibikin mereka kepada Manik, ia pun menyambut tawaran ini dengan antusias. Pertemuan di bulan puasa itu , 2 Januari 2000, di anggap sebagai tanggal berdirinya LA LUNA.
Lagu demi lagu mulai dirampungkan. Tapi nama belum ditentukan!! Seorang teman (Ara,red) ngajuin 2 nama Perancis: Eclaire dan La Lune. Nama yang terakhir yang dianggap lebih mewakili konsep musik yang easy listening dan romantis. La Lune artinya adalah bulan, tanpa mengurangi arti dan biar lebih mudah dalam pengucapan mereka sepakat menjadikan LA LUNA sebagai nama Band. Pada tahun yang sama ( Tahun 2000-red) sekitar bulan Oktober LA LUNA di kontrak untuk 1 (satu) album oleh Benih Musik, dimana distributornya oleh Bulletin Musik.
Proses yang cukup cepat untuk sebuah band yang baru terbentuk. Prosesnya sendiri berawal dari demo yang telah dibikin LA LUNA, dititipkan kepada seorang teman, Eko ( eks manager Cherrybombshell-red) yang saat itu akan membawa demo beberapa band dari Bandung yang mencoba peruntungan di kancah permusikan Indonesia. Tanpa berharap banyak, tak lama setelah demo itu diterima, LA LUNA ditawari untuk merekam materinya dalam sebuah Album, yang kemudian menjadi album pertama LA LUNA dengan judul “Penggalan Kisah Lama”, yang menghadirkan single hits dengan judul yang sama.
Pada tahun 2001 LA LUNA mengakhiri kontraknya dengan Benih Musik, untuk terus eksis di permusikan Indonesia, akhirnya tahun 2002 LA LUNA menanda tangani kontrak dengan label barunya Indie Record/ New Metro dan mengeluarkan album kedua pada tahun yang sama dengan judul album “ Dua Musim “ dengan menghadirkan single hits “ Impian” . Tanpa bermaksud untuk berpindah- pindah label, karena LA LUNA di kontrak selalu untuk satu album, maka pada tahun 2003 LA LUNA kembali meluncurkan albumnya dengan judul “ Menanti pagi “ di bawah label Bulletin Musik, yang saat album pertama menjadi distributor. Dalam album ketiga “ Menanti pagi “ ini menghadirkan single pertama dengan judul “ Selepas kau pergi “. Album “ Menanti pagi “ ini adalah sebuah penantian LA LUNA akan harapan agar hari esok atau masa yang akan datang bisa lebih baik lagi dan mendapat pencerahan secerah pagi. Nah..setelah album “ Menanti pagi” yang menelorkan hits ‘Selepas kau pergi' cukup sukses di pasaran, efeknya cukup membuat nama La Luna eksis kembali di percaturan musik Indonesia, untuk melengkapi pencerahannya album “Menanti pagi” ini La Luna kembali mengeluarkan album “Menanti pagi “ Re-package album, dengan tambahan 2 lagu baru.
Dan akhir tahun 2005 LA LUNA kembali merilis album yang ke-4 “Indah pada waktunya dengan hits single “Tiada yang abadi”.Sampai tahun 2006 ini LA LUNA masih bisa eksis walaupun awal tahun 2006 ini LA LUNA harus kehilangan Erwin (bass) dikarenakan di lebih memilih konsentrasi dengan keluarganya.Harapan La Luna akan tetap eksis di musik Indonesia yang semakin marak ini, dengan tetap menghadirkan karya – karya terbaik La Luna.VIVA La Luna!!!
wow.. kita denger kalian minggu lalu on air di Hardrock bandung...mau menangin CD tapi gak masuk mau nelpon.. hehehe sukses ya album kilas baliknya keren keren lagunya...