Mike : Lead Vocal/ Guitars, Bobby: Bass and Backin Vocal, Adit: Drum, Mujib: Accoustic
Influences
Benyamin Sueb, THE SEX PISTOLS, MISFITS, RAMONES, and all the Punk Bands from 60's are fuckin Great!!!
Sounds Like
We create the Song from Freedom spirits, and people called our music for Punk Genre. We just made these fuckin song for struggle the mainstream and Anarchy for against oppression from the bad system of goverment.
Please support the indie music ! THE BLAUT MUSIC IS JUST FOR YOU...
Marjinal dibentuk 12 tahun yang silam, pada 22 Desember — bertepatan dengan Hari Ibu di kalender nasional. Dua belas tahun yang lalu (1996), kite ketemu di sebuah kampus grafika di Jakarta Selatan. Awalnya, gue pengen kuliah, tapi makin lama semakin nggak tertarik. Apa yang dipelajari di kampus udeh kita kuasai, gue udah gape menggambar, bikin desain, demikian juga yang laen. Kebanyakan kita ketemu ngobrolin situasi di luar kampus, yang atmospherenya represif, nggak bebas mengeluarkan pendapat atau berekspresi. Lalu kita bangun sebuah jaringan namanya Anti Facist Racist Action (AFRA), yang terlibat adalah kawan-kawan yang mempunyai kesadaran melawan sistem yang fasis banget.
Kita gunakan media visual, lewat poster dari cukil kayu, baliho dan lukisan yang menggugah kesadaran generasi muda, untuk melawan sistem fasis yang diusung Orde Baru. Selain melakukan diskusi, penerbitan newsletter, dan aksi turun ke jalan… Kita secara kebetulan gape juga main musik. Ya, dengan modal gitar n jurus tiga kunci, kita maen musik, bikin lagu sendiri yang berangkat dari kenyataan hidup sehari-hari.
Mike Marjinal:Lalu kita namakan kelompok itu Anti Military. Dalam perkembangannya, Anty Military dipahami orang-orang sebagai sebuah band akhirnya… Padahal kita bukan anak band! Musik ini kan sebagai alat komunikasi kepada khalayak yang lebih luas, lebih asyik.. medium menyampaikan pesan dan jadi inspirasi untuk anak-anak di pergerakan ke depan, ketika melihat kenyataan kehidupan sosial-politik dikangkangi rejim yang fasis militeristik. Dari awal, kesadaran kita bukan sebagai anak band.
Setelah Harto digulingkan, kita melihat dimensi yang lebih luas lagi. Persoalannya bukan lagi rejim yang fasis dan rasis saja. Tapi lebih luas lagi… Negeri ini jadi negeri ngeri… Banyak tragedi, perang saudara, buruh-buruh diperas, dieksplioitasi, rumah sakit dan pendidikan begitu komersial, kereta-api sebagai sarana angkutan melayani orang seperti mengangkut binatang. So dari sistem yang fasis, anti demokrasi, terpusat dan korup.. kini menyebar ke sendi-sendi kehidupan bangsa. Kita lupa bagaimana para pejuang dulu mendirikan Indonesia sebagai sebuah nation. Indonesia kan didirikan sebagai kesatuan dari tekad para pemuda yang beragam suku, agama, latar belakang sosialnya itu bersatu membangun sebuah nation! Lalu kita ganti nama, dari Anti Military jadi Marjinal. Kisahnya, ketika Mike dapat nama Marjinal, dia terinspirasi oleh nama pejuang buruh perempuan yang mati disiksa militer,” Marsinah..Marsinah… MARJINAL” Kata Marjinal sendiri waktu itu kan belum banyak dipakai untuk menjelaskan posisi orang-orang pinggiran.
P.S :cuplikan interview dari websites (http://rumahtulisan.wordpress.com/2007/11/01/mengenal-marjinal-lebih-dalam/)
Myspace Layout
Musik persatuan Bangsa ad/ menyatukan segala ragam musik yang ada dimuka bumi tanpa bermaksud membedakan antara jenis musik satu dan lainnya, Tapi mari kita satukan perbedaan itu menjadi sesuatu yang indah dan membanggakan. Digigs kali ini, kami kedatangan tamu dari beberapa daerah seperti Medan, Yogyakarta, dan Riau. Tentunya dnegan satu tekad bahwa dengan semangat indie, segala apapun bisa terjadi. Kami mengundang adam dan hawa untuk menyempatkan hadir sebagai rasa solidaritas kita sesama pejuang musik.
alo sahabat marjinal.. you guys punya lagu memang best.lirik yang kuat dan straigt forward..ya betul kuasa terletak pada rakyat..hoping satu hari nanti kita bole shared the stage.keep in touch sahabat..